SEKS: sesuatu yang tabukah? Apa sebenarnya SEKS itu? Seks secara sederhana berarti jenis kelamin yaitu suatu sifat atau ciri yang membedakan laki-laki dan perempuan. Seks berkembang menjadi berbagai pengertian apabila disertai dengan penambahan kata seperti Perilaku seksual yakni segala bentuk perilaku yang muncul berkaitan dengan dorongan seksual, dan Hubungan seks yang mempunyai arti hubungan dua jenis kelamin sebagai salah satu bentuk kegiatan penyaluran dorongan seksual tersebut.
Lalu muncul pertanyaan, apa sih untungnya seks untuk remaja? Jika hanya sebatas perkataan “seks” tentunya bisa dilihat dari arti medis “seks” itu sendiri bahwa remaja harus tahu apa saja yang ada di tubuhnya yang berkaitan dengan organ reproduksinya. Kesehatan organ reproduksi sebaiknya harus diperhatikan sejak si remaja memulai fase pubertas karena penyakit atau keluhan yang muncul nantinya di saat beranjak dewasa terutama mulai masuk fase pernikahan, bukanlah penyakit atau keluhan yang datang secara instan akan tetapi merupakan akumulasi atau perilaku tidak sehat sejak remaja baik itu dalam perilaku sehari-hari secara umum terlebih perilaku seksnya di masa lalu.
Perilaku seksual yang belakangan ini cenderung akrab dilakukan remaja dan kerap ditanyakan apakah ada manfaat atau keburukan di balik perilaku tersebut yakni perilaku Onani dan Masturbasi. Secara medis, Onani merupakan istilah yang digunakan untuk pelaku laki-laki, sebaliknya Masturbasi untuk pelaku perempuan. Onani dan masturbasi merupakan perilaku seksual dengan cara merangsang sendiri daerah intim dan daerah sensitif pribadi dengan tujuan untuk mendapatkan kepuasan seksual. Adanya rangsangan (visual seperti film porno, buku porno, verbal, sentuhan, aroma, audio) yang tidak bisa dikontrol baik yang dicari maupun yang datang tiba-tiba merupakan salah satu alasan seseorang melakukan masturbasi untuk melepas nafsu seksualnya.
Onani atau Masturbasi Wajarkah Dilakukan?
Masih ingatkah dengan Edisi Deotera sebelumnya tentang perkembangan organ reproduksi, menstruasi pada perempuan dan mimpi basah pada laki-laki. Nah semua hal ini berkaitan satu sama lain. Tak bisa dipungkiri bahwa seorang remaja yang menginjak akil balik, secara normal akan mengalami perkembangan seksual yang kemudian mengubah bentuk tubuh, perilaku dan pikiran mengenai seks itu sendiri.
Seorang remaja yang mengalami perkembangan seksual yang sehat tentu saja akan menggunakan organ seksual di tubuhnya dengan baik sesuai dengan perkembangan usia dan waktu yang tepat. Masturbasi paling banyak didipilih oleh sebagian orang apabila dorongan seksualnya dirasakan sudah tidak dapat dibendung lagi. Kegiatan ini lebih sering terjadi pada masa-masa awal pubertas seseorang. Menurut penelitian, remaja yang berumur antara 13 – 20 tahun merupakan usia yang paling banyak melakukan masturbasi atau onani. Namun kabar buruknya, perilaku ini dapat menimbulkan ketergantungan di mana akan merugikan baik secara kesehatan fisik, mental maupun sosial.
Dampak onani (pada laki-laki) secara langsung apalagi yang ketergantungan biasanya menimbulkan rasa lelah, mengantuk, badan terasa pegal yang berlebihan bahkan bisa menimbulkan iritasi pada daerah intim yang dirangsang (dalam hal ini penis) dan tergantung dari “alat” yang digunakan saat melakukan onani yang tentu saja akan memberikan efek merugikan dari segi kebersihan, keamanan organ-organ disekitarnya , namun yang menjadi perhatian besar saat ini adalah dampak jangka panjangnya di saat seorang laki-laki sudah berumahtangga akan mengalami gangguan fungsi seksual saat berhubungan seks,
Dampak masturbasi (pada perempuan) secara langsung bisa mengakibatkan munculnya infeksi di vagina karena pada dasarnya vagina sangat sensitif sehingga perlakuan seperti memasukkan sesuatu yang tidak diperhatikan kebersihannya (baik itu jari terlebih alat bantu yang ekstrim) akan memudahkan vagina mengalami iritasi, gatal-gatal, kemerahan pada bibir vagina, keputihan tidak normal, robeknya selaput dara, perdarahan akibat pecahnya pembuluh darah karena pergesekan yang terjadi didalam lubang vagina oleh “alat bantu” saat melakukan masturbasi. Dampak ini jika tidak segera diatasi atau diobati secara medis, kemungkinan besar infeksi akan bertambah berat sehingga tidak menutup kemungkinan akan muncul keluhan penyakit yang lebih berbahaya bagi organ reproduksi perempuan yakni kanker bahkan kemandulan.
Nah, ternyata banyak kerugiannya bukan dibandingkan keuntungan? Bisakah aku menghindari melakukan Onani atau Masturbasi? Pertanyaan ini kembali ke pribadi kita masing-masing. Tuhan telah menciptakan tubuh kita begitu sempurna dan indah, sudah selayaknya kita memelihara dengan sebaik-baiknya. Tuhan memberikan SEKS bukanlah untuk disalahgunakan namun dapat digunakan sesuai fungsinya dan yang paling penting pada waktu yang TEPAT. Percayalah BILA DIGUNAKAN PADA WAKTU YANG TEPAT, AKAN INDAH SEGALA SESUATUNYA.
Adapun usaha yang bisa dilakukan untuk mengatasi dan mengkontrol dorongan seksual untuk melakukan onani-masturbasi adalah dengan memperbanyak aktifitas positif, berdoa dan beribadah, sosialisasi dengan lingkungan yang sehat dan sebisa mungkin hindari waktu kosong (bisa diisi dengan kegiatan berolahraga, menyalurkan hobi, dan lain-lain.).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar